asyik banget pengalamannya nihaw, aku jadi ke pengen. Cuma aku juga tidak bisa berenang seperti dirimu, kumaha dunk, kudu pake ring juga yee?
wassalam
asma
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robie'" <musimbunga@...> wrote:
>
> Ada seorang Indonesia yang sering melanglang buana ke negera-negara asing,
> mencari keindahan alam negera yang ia datangi. Suatu saat di suatu tempat
> ia bertemu dengan seseorang, "dari mana Anda berasal?", Ia bertanya.
>
> "Hawai"(*), orang asing itu menjawab.
>
> "wow, tempat yang sangat indah."
>
> "Anda berasal dari mana?"
>
> "Indonesia"
>
> "wah, Anda salah, justru Indonesia adalah negera yang indah, terutama taman
> dasar laut".
>
>
> Cerita di atas adalah cerita yang sebenernya tidak terlalu sama persis
> dengan kejadian sebenarnya, ini adalah cerita seorang teman perjalan yang
> menceritakan ulang cerita yang didengarnya, ketika kami sama-sama
> `mbolangan' ke Morotai, Halmahera Utara untuk mencari sisa-sisa peninggalan
> perang dunia ke-2(**).
>
>
> "Nia.. gue curiga, harta karun bawah laut ada di Indonesia.", teman satu
> perjalan itu menambahkan.
>
> Entah kenapa, setelah itu rasa penasaran saya bertambah untuk mengetahui
> lebih banyak tentang alam Indonesia, tak terkecuali laut dan perairan
> lainnya. Padahal sebelumnya saya begitu takut dengan yang namanya perairan
> luas ditambah kurangnya kemampuan berenang, apalagi tekhnik menyelam.
>
>
> 11 12 Juni 2011, saya memberanikan diri mengikuti trip Petualangan Kita,
> agenda utama dari trip itu adalah snorkeling di beberapa tempat di sekitaran
> pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
>
>
> Setelah kurang lebih 7 tahun, akhirnya saya kembali lagi ke Kepulauan
> Seribu. 7 tahun yang lalu, untuk urusan penilitian akademis saya pernah
> singgah di Pulau Rambut memperhatikan populasi berbagai jenis burung yang
> mendiami pulau itu, walaupun saya harus rela pulangnya diberi oleh-oleh
> kotoran burung yang sedang berlalu di atas saya.
>
>
> 11 Juni 2011, kami memulai perjalanan dengan menaiki kapal penumpang dari
> Muara Angke. Bau menusuk hidung, ditambah dengan tanah pasar yang becek dan
> air tergenang. Orang-orang berlalu lalang, muda-mudi pun berjumlah banyak,
> mereka dan juga kami merencanakan trip yang berbeda, walaupun di satu gugus
> kepualauan seribu juga.
>
>
> Kami ber-10, satu diantaranya adalah seorang pemandu dari Petualangan Kita,
> Hedra Akhari. Pagi itu, ombak cukup tenang, selama menunggu saya juga
> mendengarkan pengalaman Icad (keturunan JAPA "jawa Papua") tentang
> pengalaman serunya lomba berenang Surabaya Madura, membuat saya
> geleng-geleng dibuatnya. setelah 2 jam perjalanan akhirnya sampai juga kami
> ke penginapan.
>
>
> Istirahat sejenak kami langsung pergi ke Pulau Semak Daun. Pulau kecil
> cukup asri dan berpasir putih. Di pulau ini kami memulai latihan dasar
> snorkeling, banyak di antara kami yang sebelumnya belum pernah snorkeling.
> Dengan bantuan mas Agus, yang berasal dari pulau Pramuka, kami diajarkan
> bagaimana berjalan menggunakan fin, bernapas dengan snorkel dan beberapa
> tekhnik dasar lainnya. Saya tanpa malu-malu berkata bahwa saya tidak bisa
> berenang.
>
>
> Teringat beberapa hari sebelumnya, ketika saya latihan renang, keponakan
> saya, Pasha, yang masih TK pernah komentar tentang kemampuan renang saya
> yang baru 2 meteran udah megap-megap nafasnya, "tante cuma bisa berenang 2
> meter? Pasha 500 meter", si bocah kecil ini memang sudah terbiasa dengan
> berenang, tidak takut air seperti tantenya :D, kemampuan bernafasnya juga
> terlatih karena 2 kali seminggu anak TK ini rutin kursus berenang.
>
>
> Walaupun, kemampuan tekhnik pernafasan saya dalam air belum begitu baik,
> namun dengan peralatan snorkel sangat membantu banyak dalam ketahanan
> bernafas saya dalam air. Walaupun begitu beberapa kali saya tersedak, karena
> lupa bahwa ketika menggunakan snorkel saya harus bernafas dengan mulut bukan
> dengan hidung.
>
>
> Setelah cukup latihan dasar di pinggir pantai pulau semak daun, akhirnya
> kami melanjutkan kembali ke perairan luas. Awalnya susah sekali untuk
> menceburkan diri ke dalam laut, kaki kaku, muka gugup, padahal sudah
> menggunakan alat yang cukup lengkap termasuk life jacket (sayang waktu itu
> gak ada yang moto :P).
>
>
> Byuuuur
sempat gelagapan sebentar, pemandu memberikan saya Ring, agar saya
> tidak khawatir terbawa arus. Ring itu diberi tali, memudahkan pemandu (mas
> agus dan Hedra) menyeret-nyeret saya :D. Hanya saya yang mengunakan ring,
> yang lain hanya dengan life jacket, malah ada di antaranya yang tidak
> menggunakan life jacket sama sekali. Saya lihat, adik bungsu saya pun lincah
> bersnorkeling riya. (gak kaya kakaknya yang takutan macam begini hihi).
>
>
> Benar kata Hedra, rasa takut snorkeling pertama kali adalah kewajaran, dan
> setelah melihat taman bawah laut maka akan lupa.
>
> Saya benamkan wajah saya ke dalam air, terlihat berbagai jenis terumbu
> karang. Bahkan di antaranya ada yang berbentuk seperti otak-otak besar yang
> tertanam dalam lautan. Menakjubkan,untuk pengalaman pertama saya. Beberapa
> jenis ikan berenang di dasar laut. Setelah puas snorkeling, kami istirahat
> sejenak di Pulau Air, pulau yang cukup luas yang dimiliki oleh satu
> pengusaha Indonesia. Orang-orang asing ramai bermain olahraga air. Setelah
> itu melihat beberapa jenis hiu di keramba apung.
>
>
> Keesokan harinya, ada dua tempat tujuan kami snorkeling. Pertama, di
> sekitaran pulau air, namun saya memilih untuk berdiam diri di atas perahu.
> Sambil menunggu, saya mengobrol dengan pemilik perahu yang bercerita banyak
> tentang pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Bapak pemilik perahu itu juga
> menjelaskan, bahwa, beberapa pulau di kepulauan seribu banyak yang sudah
> menjadi milik pribadi, beberapa di antaranya malah dimiliki oleh orang-orang
> asing. Miris mendengarnya. Beberapa pulau itu dibeli dengan harga ber-M-M.
> (ada yang mau nabung buat beli Pulau? Hehe)
>
>
> Selain itu, ia juga bercerita bahwa beberapa pulau yang kami lalui di
> antaranya pulau buatan. Perairan yang cukup dangkal lalu ditimbuni pasir
> putih, setelah itu pohon-pohon dan tumbuhan liar tumbuh sendiri, entah
> karena penyerbukan lewat udara atau terbawa air. Sehingga pulau-pulau
> buatan itu, seperti pulau-pulau yang berdiri secara alami.
>
>
> Beberapa jam setelahnya, teman-teman kembali ke perahu, bercerita banyak,
> membuat saya sedikit menyesal tidak ikut `nyebur'. Kata mereka terumbu
> karangnya lebih bagus dari pada yang pertama, lalu banyak ikan-ikan yang
> mengikuti mereka. Menurut salah satu pemandu, kebiasaan ikan-ikan berenang
> di sekitar mereka dikarenakan sebelumnya banyak penyelam yang memberikan
> mereka makan (roti dsb).
>
>
> Tempat kedua `soft coral', tidak begitu jauh dari pulau pramuka. Saya
> memberanikan diri lagi untuk menceburkan diri, walaupun belum berani dengan
> tekhnik menceburkan diri dengan berdiri di perahu, kaki kanan dimajukan ,
> tangan kanan memegang google dan kaki kiri di belakang, seperti beberapa
> teman yang lain (saya masih nyebur dengan `duduk' sodara-sodara.. hehe
> cupu).
>
> Tempat ini, punya terumbu karang lebih beraneka dibanding tempat pertama
> saya menceburkan diri. Lebih dalam dan binatang-binatang laut pun lebih
> beraneka. Tumbuhan dan binatang lautnya lebih berwarna. Ubur-ubur bertebaran
> di mana-mana.
>
> Menghampiri kami yang sedang berenang, jadi teringat salah satu adegan di
> film layar lebar "Avatar". Membuat saya sedikit sibuk agar ubur-ubur itu tak
> menciumi pipi saya :P.
>
>
> Setelah itu kami harus bersiap-siap pulang, agar tak tertinggal kapal
> penumpang yang terjadwal pukul satu siang. Namun, ombak yang menerjang cukup
> keras, perahu yang penuh muatan penumpang itu menghadang gelombang naik
> turun, teringat wahana Kora-kora di Dunia Fantasi, membuat beberapa
> penumpang memuntahkan isi perutnya.
>
> Setelah 2 jam, akhirnya kami tiba di Muara Angke dengan selamat. Air laut
> yang semula biru, berubah menjadi keruh dan bau. Tentu sudah faham,
> pencemaran air merupakan jawabannya.
>
>
> Lelah kami bawa, tapi bersyukur untuk pengalaman pertama bersnorkeling yang
> saya alami. Mengobati ketraumaan saya terhadap perairan luas. Ditambah
> dengan teman-teman baru yang ramah, dengan berbagai pengalaman yang mereka
> punya (beberapa di antaranya tak asing dengan wilayah timur Indonesia). Dan
> juga untuk Petualangan Kita, Hedra, mas Agus sebagai pemandunya, yang
> bersedia menyeret2 saya dengan tali ring (nyeretnya pake kelingking lho..
> hihi merhatiin kelingking si Hedra nyeret2 tali ring dalam air). Terima
> kasih untuk semua (momik, Evi, Icad, Fanny, Dely, Rhonald, Yudi, mba Andi,
> Hedra, mas Agus).. terima kasih untuk seafood-nya :) cuminya
mantap sudah!
> :D
>
>
>
> Catatan kaki :
>
> (*) Hawai berasal dari kata Javaii, pada saat itu penjelajah salah mengira,
> dikiranya hawai merupakan pulau Jawa. (baca di buku sejarah melayu lama)
>
> (**) Peninggalan perang dunia ke dua banyak di sekitar Morotai, dan Pulau
> Zumzum bisa dilihat di notes :
> http://www.facebook.com/note.php?note_id=478319383919
>
Minggu, 10 Juli 2011
[sekolah-kehidupan] Re: [Catper] Kesan Pertama Begitu Menggoda (Edisi Snorkeling)
__._,_.___
.
__,_._,___
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar