Suatu sore, di sebuah pelabuhan yang sudah mulai ramai dengan
anak-anak yang berlalu lalang, suara derit-derit kayu di dramaga
ketika mereka berlari menyemarakkan suasana riuh sore itu. Satu
persatu mulai byur.. byur.. lompat indah meluncur ke air asin yang
saat itu ombaknya cukup tenang. Beberapa di antaranya malah lompat
indah dengan cara berundak-undak, berdiri di masing-masing bahu
mereka, teman lainnya, melompat langsung. Membuat saya dan seorang
rekan geleng-geleng kepala.
Mereka yang dibesarkan oleh alam, mereka yang hidup dengan hiburan
alam baik hutan yang menghijau, atau pantai yang membentang, mereka
yang berwajah-wajah ceria ketika air asin membasahi tubuhnya menyentuh
rambut hitamnya. Adalah mereka di senja hari yang begitu senang.
Beberapa anak berlari ke arah saya, menyodorkan beberapa bintang laut
yang beraneka ukuran dan warnanya. Sekedar menunjukkan, lalu segera
saya menyuruh mereka untuk mengembalikkannya kembali ke tempat
bintang-bintang laut itu lahir dan dibesarkan.
Beberapa di antara mereka menyelam ke dasar pantai yang keliatan
sedikit lebih dangkal, mengambil beberapa bulu babi, menunjukkannya
kepada saya, sambil mendengarkan cerita, bagaimana memakan bulu babi
dengan cara mereka. Saya malah sedikit bergidik membayangkan menelan
bulu babi. Teringat dulu bagaimana menelan bia-bia (kerang laut)
mentah, yang gleser tanpa digigit langsung masuk ke tenggorokan.
Setelahnya merem melek dengan nyengir kuda.
Saat itu, banyak dari mereka menyuruh saya berenang. Saya hanya
menggeleng sambil tersenyum kearah mereka. Jujur saja, nyali saya agak
ciut kalau berenang di perairan luas.
"ibu nia, sudah tau batanam pisang?" kira-kira begitu seorang anak
bertanya kepada saya.
"apa itu batanam pisang?"
Mata saya terpukau melihat mereka meragakannya. Kalau istilah saya
seperti kayang di dalam air. Seperti lagunya peterpan "kaki di kepala
kepala di kaki", kaki mereka bebas di udara, sedangkan tangan menopang
badan, kepala tertanam di dalam air. Seprti tunas pisang yang
terpendam dalam tanah. Luar biasa.
Membuat saya sesak, memikirkan bagaimana cara mereka tahan begitu
beberapa lama, kadang dengan tangan yang berjalan seperti kaki,
ditambah memikirkan bagaimana tekhnik pernafasan kepala yang terendam
dalam air, sedangkan hidung terendam dengan cara terbalik, tanpa alat
pernafasan macam snorkeling.
Mereka jauh dari permainan canggih lainnya, tapi dari senyum dan
tawanya, saya bisa menyimpulkan mereka bahagia. Hidup, besar, dan
belajar dari alam.
Keesokan harinya, anak lelaki kelas 2 SD bertanya di sela jam
istirahat, "Bu Nia, tara tau berenang trada?"
Question tag dengan maksud "Bu Nia, tidak tahu berenang bukan?"
Rasa-rasanya ingin sekali mengejar anak kecil yang tertawa mengejek saya.
Juli 2011
(Masih berkutat di sebelah timur Halmahera)
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
sekolah-kehidupan-digest@yahoogroups.com
sekolah-kehidupan-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
sekolah-kehidupan-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
0 komentar:
Poskan Komentar