Ulasan yang menyentuh dan inspiratif, Mas Nahar.
Membuat kita harus banyak bersyukur dengan kondisi yang ada
dibandingkan kondisi di bumi Palestina yang teraniaya.
Terima kasih telah berbagi.
Btw, ada foto-fotonya tidak?
tabik,
Nursalam AR
On 7/4/11, Muhammad Nahar Rasjidi <muh_nahar@yahoo.com> wrote:
> Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di
> Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama
> Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House. Beliau
> datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun
> pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata
> pada peserta volunteer sharing. Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan
> apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia.
> "Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us
> because of dien, so the intention is different" demikian kata brother
> Jomah. Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah bahwma mereka
> merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan
> akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah.
>
> Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan
> bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi
> tulus dari beliau. Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang
> seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka. Terbersit rasa
> malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik
> secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina,
> tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.
>
> Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung
> daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini. Jika
> mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum
> muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi
> seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.
>
> Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang
> tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi
> pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game
> online. Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit
> kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang
> terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri. Jika di sana
> banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda
> dan pemudi bermental pecundang. Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap,
> melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia
> saja seringkali tidak sanggup.
>
> Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan
> dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka. Saudara-saudara sesama muslim
> yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu. Tentu akan
> menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah
> SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yagn seringkali egois
> dan mementingkan diri sendiri. Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan
> lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman
> Zionisme. DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku
> Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya
> hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia
> untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan. Alangkah indahnya persaudaraan
> yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi
> saudara-saudaranya di sana.
>
> Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang
> tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu.
> Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak
> berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah
> di sana. Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami
> sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan
> mendukung perjuangan mereka di sana
>
> Aamiin
>
> semoga bermanfaat
>
> M. Nahar
>
> www.pedangkayu.blogdetik.com
>
> www.kopiradix.multiply.com
--
www.nursalam.wordpress.com
Selasa, 12 Juli 2011
Re: [sekolah-kehidupan] [Kisah Relawan] bertemu seorang brother dari Palestina
__._,_.___
.
__,_._,___
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar