Selasa, 12 Juli 2011

Re: [sekolah-kehidupan] [Catcil] Batanam Pisang

Yg lbh tepatnya hanya tau ngadahar pisang hehe
Hadooh jd maluw dipuji guru nulisku hehe
Kangen bgt sm sk hiks..
Gk bisa ikut milad thn ini :(

Salam kangen
Dr tempat yg sering kutemukan pelangi di tepi pantai (serriuus)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com>
Sender: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Tue, 12 Jul 2011 16:15:54
To: <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
Reply-To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] [Catcil] Batanam Pisang

Batanam pisang?

Urang Bogor taunya batanam talas,hehe...

Wuah, tulisan yang mengasyikkan dari awal sampai akhir. Filmis banget
kisah Laskar Pel;angi van Halmahera ini:D.

Jika sudah kelar bertugas di Halmahera kayaknya Nia bisa bikin dua
buku nih: novel a la Laskar Pelangi (versi Halmahera) dan kamus bahasa
Halmahera,hehe...

Nice posting!

Tabik,

Nursalam AR

On 7/12/11, Nia Robie' <musimbunga@gmail.com> wrote:
> Batanam Pisang
> Suatu sore, di sebuah pelabuhan yang sudah mulai ramai dengan
> anak-anak yang berlalu lalang, suara derit-derit kayu di dramaga
> ketika mereka berlari menyemarakkan suasana riuh sore itu. Satu
> persatu mulai byur.. byur.. lompat indah meluncur ke air asin yang
> saat itu ombaknya cukup tenang. Beberapa di antaranya malah lompat
> indah dengan cara berundak-undak, berdiri di masing-masing bahu
> mereka, teman lainnya, melompat langsung. Membuat saya dan seorang
> rekan geleng-geleng kepala.
> Mereka yang dibesarkan oleh alam, mereka yang hidup dengan hiburan
> alam baik hutan yang menghijau, atau pantai yang membentang, mereka
> yang berwajah-wajah ceria ketika air asin membasahi tubuhnya menyentuh
> rambut hitamnya. Adalah mereka di senja hari yang begitu senang.
> Beberapa anak berlari ke arah saya, menyodorkan beberapa bintang laut
> yang beraneka ukuran dan warnanya. Sekedar menunjukkan, lalu segera
> saya menyuruh mereka untuk mengembalikkannya kembali ke tempat
> bintang-bintang laut itu lahir dan dibesarkan.
> Beberapa di antara mereka menyelam ke dasar pantai yang keliatan
> sedikit lebih dangkal, mengambil beberapa bulu babi, menunjukkannya
> kepada saya, sambil mendengarkan cerita, bagaimana memakan bulu babi
> dengan cara mereka. Saya malah sedikit bergidik membayangkan menelan
> bulu babi. Teringat dulu bagaimana menelan bia-bia (kerang laut)
> mentah, yang gleser tanpa digigit langsung masuk ke tenggorokan.
> Setelahnya merem melek dengan nyengir kuda.
> Saat itu, banyak dari mereka menyuruh saya berenang. Saya hanya
> menggeleng sambil tersenyum kearah mereka. Jujur saja, nyali saya agak
> ciut kalau berenang di perairan luas.
> "ibu nia, sudah tau batanam pisang?" kira-kira begitu seorang anak
> bertanya kepada saya.
> "apa itu batanam pisang?"
> Mata saya terpukau melihat mereka meragakannya. Kalau istilah saya
> seperti kayang di dalam air. Seperti lagunya peterpan "kaki di kepala
> kepala di kaki", kaki mereka bebas di udara, sedangkan tangan menopang
> badan, kepala tertanam di dalam air. Seprti tunas pisang yang
> terpendam dalam tanah. Luar biasa.
> Membuat saya sesak, memikirkan bagaimana cara mereka tahan begitu
> beberapa lama, kadang dengan tangan yang berjalan seperti kaki,
> ditambah memikirkan bagaimana tekhnik pernafasan kepala yang terendam
> dalam air, sedangkan hidung terendam dengan cara terbalik, tanpa alat
> pernafasan macam snorkeling.
> Mereka jauh dari permainan canggih lainnya, tapi dari senyum dan
> tawanya, saya bisa menyimpulkan mereka bahagia. Hidup, besar, dan
> belajar dari alam.
> Keesokan harinya, anak lelaki kelas 2 SD bertanya di sela jam
> istirahat, "Bu Nia, tara tau berenang trada?"
> Question tag dengan maksud "Bu Nia, tidak tahu berenang bukan?"
> Rasa-rasanya ingin sekali mengejar anak kecil yang tertawa mengejek saya.
>
>
> Juli 2011
> (Masih berkutat di sebelah timur Halmahera)
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


--
www.nursalam.wordpress.com


------------------------------------

Yahoo! Groups Links



------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
sekolah-kehidupan-digest@yahoogroups.com
sekolah-kehidupan-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
sekolah-kehidupan-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [sekolah-kehidupan] [Catcil] Batanam Pisang

Batanam pisang?

Urang Bogor taunya batanam talas,hehe...

Wuah, tulisan yang mengasyikkan dari awal sampai akhir. Filmis banget
kisah Laskar Pel;angi van Halmahera ini:D.

Jika sudah kelar bertugas di Halmahera kayaknya Nia bisa bikin dua
buku nih: novel a la Laskar Pelangi (versi Halmahera) dan kamus bahasa
Halmahera,hehe...

Nice posting!

Tabik,

Nursalam AR

On 7/12/11, Nia Robie' <musimbunga@gmail.com> wrote:
> Batanam Pisang
> Suatu sore, di sebuah pelabuhan yang sudah mulai ramai dengan
> anak-anak yang berlalu lalang, suara derit-derit kayu di dramaga
> ketika mereka berlari menyemarakkan suasana riuh sore itu. Satu
> persatu mulai byur.. byur.. lompat indah meluncur ke air asin yang
> saat itu ombaknya cukup tenang. Beberapa di antaranya malah lompat
> indah dengan cara berundak-undak, berdiri di masing-masing bahu
> mereka, teman lainnya, melompat langsung. Membuat saya dan seorang
> rekan geleng-geleng kepala.
> Mereka yang dibesarkan oleh alam, mereka yang hidup dengan hiburan
> alam baik hutan yang menghijau, atau pantai yang membentang, mereka
> yang berwajah-wajah ceria ketika air asin membasahi tubuhnya menyentuh
> rambut hitamnya. Adalah mereka di senja hari yang begitu senang.
> Beberapa anak berlari ke arah saya, menyodorkan beberapa bintang laut
> yang beraneka ukuran dan warnanya. Sekedar menunjukkan, lalu segera
> saya menyuruh mereka untuk mengembalikkannya kembali ke tempat
> bintang-bintang laut itu lahir dan dibesarkan.
> Beberapa di antara mereka menyelam ke dasar pantai yang keliatan
> sedikit lebih dangkal, mengambil beberapa bulu babi, menunjukkannya
> kepada saya, sambil mendengarkan cerita, bagaimana memakan bulu babi
> dengan cara mereka. Saya malah sedikit bergidik membayangkan menelan
> bulu babi. Teringat dulu bagaimana menelan bia-bia (kerang laut)
> mentah, yang gleser tanpa digigit langsung masuk ke tenggorokan.
> Setelahnya merem melek dengan nyengir kuda.
> Saat itu, banyak dari mereka menyuruh saya berenang. Saya hanya
> menggeleng sambil tersenyum kearah mereka. Jujur saja, nyali saya agak
> ciut kalau berenang di perairan luas.
> "ibu nia, sudah tau batanam pisang?" kira-kira begitu seorang anak
> bertanya kepada saya.
> "apa itu batanam pisang?"
> Mata saya terpukau melihat mereka meragakannya. Kalau istilah saya
> seperti kayang di dalam air. Seperti lagunya peterpan "kaki di kepala
> kepala di kaki", kaki mereka bebas di udara, sedangkan tangan menopang
> badan, kepala tertanam di dalam air. Seprti tunas pisang yang
> terpendam dalam tanah. Luar biasa.
> Membuat saya sesak, memikirkan bagaimana cara mereka tahan begitu
> beberapa lama, kadang dengan tangan yang berjalan seperti kaki,
> ditambah memikirkan bagaimana tekhnik pernafasan kepala yang terendam
> dalam air, sedangkan hidung terendam dengan cara terbalik, tanpa alat
> pernafasan macam snorkeling.
> Mereka jauh dari permainan canggih lainnya, tapi dari senyum dan
> tawanya, saya bisa menyimpulkan mereka bahagia. Hidup, besar, dan
> belajar dari alam.
> Keesokan harinya, anak lelaki kelas 2 SD bertanya di sela jam
> istirahat, "Bu Nia, tara tau berenang trada?"
> Question tag dengan maksud "Bu Nia, tidak tahu berenang bukan?"
> Rasa-rasanya ingin sekali mengejar anak kecil yang tertawa mengejek saya.
>
>
> Juli 2011
> (Masih berkutat di sebelah timur Halmahera)
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


--
www.nursalam.wordpress.com


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
sekolah-kehidupan-digest@yahoogroups.com
sekolah-kehidupan-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
sekolah-kehidupan-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[sekolah-kehidupan] [Catcil] Batanam Pisang

Batanam Pisang
Suatu sore, di sebuah pelabuhan yang sudah mulai ramai dengan
anak-anak yang berlalu lalang, suara derit-derit kayu di dramaga
ketika mereka berlari menyemarakkan suasana riuh sore itu. Satu
persatu mulai byur.. byur.. lompat indah meluncur ke air asin yang
saat itu ombaknya cukup tenang. Beberapa di antaranya malah lompat
indah dengan cara berundak-undak, berdiri di masing-masing bahu
mereka, teman lainnya, melompat langsung. Membuat saya dan seorang
rekan geleng-geleng kepala.
Mereka yang dibesarkan oleh alam, mereka yang hidup dengan hiburan
alam baik hutan yang menghijau, atau pantai yang membentang, mereka
yang berwajah-wajah ceria ketika air asin membasahi tubuhnya menyentuh
rambut hitamnya. Adalah mereka di senja hari yang begitu senang.
Beberapa anak berlari ke arah saya, menyodorkan beberapa bintang laut
yang beraneka ukuran dan warnanya. Sekedar menunjukkan, lalu segera
saya menyuruh mereka untuk mengembalikkannya kembali ke tempat
bintang-bintang laut itu lahir dan dibesarkan.
Beberapa di antara mereka menyelam ke dasar pantai yang keliatan
sedikit lebih dangkal, mengambil beberapa bulu babi, menunjukkannya
kepada saya, sambil mendengarkan cerita, bagaimana memakan bulu babi
dengan cara mereka. Saya malah sedikit bergidik membayangkan menelan
bulu babi. Teringat dulu bagaimana menelan bia-bia (kerang laut)
mentah, yang gleser tanpa digigit langsung masuk ke tenggorokan.
Setelahnya merem melek dengan nyengir kuda.
Saat itu, banyak dari mereka menyuruh saya berenang. Saya hanya
menggeleng sambil tersenyum kearah mereka. Jujur saja, nyali saya agak
ciut kalau berenang di perairan luas.
"ibu nia, sudah tau batanam pisang?" kira-kira begitu seorang anak
bertanya kepada saya.
"apa itu batanam pisang?"
Mata saya terpukau melihat mereka meragakannya. Kalau istilah saya
seperti kayang di dalam air. Seperti lagunya peterpan "kaki di kepala
kepala di kaki", kaki mereka bebas di udara, sedangkan tangan menopang
badan, kepala tertanam di dalam air. Seprti tunas pisang yang
terpendam dalam tanah. Luar biasa.
Membuat saya sesak, memikirkan bagaimana cara mereka tahan begitu
beberapa lama, kadang dengan tangan yang berjalan seperti kaki,
ditambah memikirkan bagaimana tekhnik pernafasan kepala yang terendam
dalam air, sedangkan hidung terendam dengan cara terbalik, tanpa alat
pernafasan macam snorkeling.
Mereka jauh dari permainan canggih lainnya, tapi dari senyum dan
tawanya, saya bisa menyimpulkan mereka bahagia. Hidup, besar, dan
belajar dari alam.
Keesokan harinya, anak lelaki kelas 2 SD bertanya di sela jam
istirahat, "Bu Nia, tara tau berenang trada?"
Question tag dengan maksud "Bu Nia, tidak tahu berenang bukan?"
Rasa-rasanya ingin sekali mengejar anak kecil yang tertawa mengejek saya.


Juli 2011
(Masih berkutat di sebelah timur Halmahera)


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sekolah-kehidupan/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
sekolah-kehidupan-digest@yahoogroups.com
sekolah-kehidupan-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
sekolah-kehidupan-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [sekolah-kehidupan] Re: [Info Eska] Milad V di Jogjakarta

 

2011/7/6 t.wfarida <t.wfarida@yahoo.com>

Secara daku member baru niiih, gimana cara gabung ikutan kopdar? txz

Salam kenal Mbak.
Info kopdar sudah disampaikan Mas Nursalam ya.
Ada juga di thread sebelah.
Member baru musti isi database member milis SK
Klik http://bit.ly/cGaomq


--

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Re: [sekolah-kehidupan] [Kisah Relawan] bertemu seorang brother dari Palestina

 

Ulasan yang menyentuh dan inspiratif, Mas Nahar.

Membuat kita harus banyak bersyukur dengan kondisi yang ada
dibandingkan kondisi di bumi Palestina yang teraniaya.

Terima kasih telah berbagi.

Btw, ada foto-fotonya tidak?

tabik,

Nursalam AR

On 7/4/11, Muhammad Nahar Rasjidi <muh_nahar@yahoo.com> wrote:
> Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di
> Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama
> Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House.  Beliau
> datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun
> pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata
> pada peserta volunteer sharing.  Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan
> apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia.
> "Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us
> because of dien, so the intention is different" demikian kata brother
> Jomah.  Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah bahwma mereka
> merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan
> akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah.
>
> Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan
> bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi
> tulus dari beliau.  Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang
> seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka.   Terbersit rasa
> malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik
> secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina,
> tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.
>
> Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung
> daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini.  Jika
> mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum
> muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi
> seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.
>
> Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang
> tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi
> pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game
> online.  Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit
> kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang
> terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri.  Jika di sana
> banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda
> dan pemudi bermental pecundang.  Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap,
> melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia
> saja seringkali tidak sanggup.
>
> Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan
> dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka.  Saudara-saudara sesama muslim
> yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu.  Tentu akan
> menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah
> SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yagn seringkali egois
> dan mementingkan diri sendiri.  Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan
> lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman
> Zionisme.  DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku
> Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya
> hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia
> untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan.  Alangkah indahnya persaudaraan
> yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi
> saudara-saudaranya di sana.
>
> Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang
> tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu.
> Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak
> berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah
> di sana.  Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami
> sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan
> mendukung perjuangan mereka di sana
>
> Aamiin
>
> semoga bermanfaat
>
> M. Nahar
>
> www.pedangkayu.blogdetik.com
>
> www.kopiradix.multiply.com

--
www.nursalam.wordpress.com

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Re: [sekolah-kehidupan] Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?

 

Hahaha...betul juga Mas Satriyo:).

SOL

On 6/30/11, satriyo <satriyo.boedi@gmail.com> wrote:
> Salam,
>
> Sbgmn dg "assalaamu 'alaikum" yg mana "-kum" bermakna jamak dan
> berlaku netral, maka ada baiknya agar 'aman' ucapkan saja
> "jazakumullah" ... :)
>
> Salam,
> Satriyo
>
> On 6/30/11, Nursalam AR <nursalam.ar@gmail.com> wrote:
>> Yup, silakan saja, Mbak Dee.Jangan lupa sebutkan sumbernya ya:D.
>>
>> Btw, saya cowok, Mbak. Jadi mestinya ucapan terima kasihnya
>> "jazakallah":D.
>>
>> Salam kenal.
>>
>> Tabik,
>>
>> Nursalam AR
>>
>> On 6/25/11, Dee <deenie_25@yahoo.co.id> wrote:
>>>
>>> Masya Alloh baru tahu ternyata..
>>> boleh copas dan share d blog/FB pak?
>>> Jazakillah khoir...
>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> www.nursalam.wordpress.com
>>
>
> --
> Sent from my mobile device
>

--
www.nursalam.wordpress.com

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Re: [sekolah-kehidupan] Re: Nama Suami di Belakang Nama Istri? Bolehkah?

 

Mbak Farida, tentang nama, memang perkara susah-susah gampang. Di
milis ini beberapa waktu lalu saya pernah posting tulisan berkisah
tentang nama, terutama ketika hendak memberi nama anak pertama saya.
Silakan dilihat di
http://nursalam.wordpress.com/2011/04/19/tentang-nama-dari-evie-tamala-hingga-baladewa/.

Moga bermanfaat.

tabik,

Nursalam AR

On 7/6/11, t.wfarida <t.wfarida@yahoo.com> wrote:
> ngomong ngomong soal nama, emang rada susah ya, lebihlebih buat para bunda
> dan calon bunda buat ngasih nama calon putra & putrinya, secara hari gini
> dah ngebludak stok nama, telah terpakai.
>
> khan gak 'gayeng' kalau sampe ada nama kembar ma anak orang lain. Apalagi
> nama pasaran ^_^
>
> salam
>
> dari calon ibu niih, xixixixixi
>
>
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Mimin <minehaway@...> wrote:
>>
>> 2011/6/7 <musimbunga@...>
>>
>> > Padahal nama nia robie' itu nama pensil dari nia robiatun jumiah (hehe
>> > namanya panjang) dan robie' (pake 'ain) itu artinya musimbunga mknya
>> > blogku
>>
>> Hehe...sama nih
>> Gara-gara saya singkat nama Hari Wahyuni jadi HaWay, saya dikira orang
>> Hawaii
>> Malah ada teman kantor dan teman satu komunitas yg chatting pake bhs
>> inggris
>> :D
>>
>>
>> --
>> Write what you think!
>> http://minesweet.blogspot.com
>> http://id-networkers.com <http://minehaway.com/min-shop/>
>>
>
>
>

--
www.nursalam.wordpress.com

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___